Tips makan di hotel

Kalau kamu sedang berkesempatan makan di hotel, jangan salah tingkah.

Makanan yang disediakan hotel pasti ada banyak macamnya… dan enak-enak semua. Maka, adalah sebuah kekeliruan yang hqq kalau kamu langsung menyantap nasi di bagian pembuka makan.

Begini.

Kalau kamu makan nasi di bagian awal, besar kemungkinannya kamu sudah kenyang dulu. Dan ini tidak baik karena kamu jadi kehilangan gairah untuk menyantap makanan-makanan enak lain yang sudah dihidangkan. Kan eman-eman banget…

Maka, menurut pengalaman saya, ini teknik makan di hotel yang paling baik.

1. Mulai dengan screening

Jangan langsung ikut antrian di mana orang-orang mulai mengambil makan. Tapi, cobalah berjalan di samping antrian itu, dan lihat terlebih dahulu makanan yang disediakan.

Lalu, berkelilinglah di sekitaran venue tempat makan, untuk melihat seluruh makanan yang ada–karena biasanya ada makanan yang letaknya terpisah.

Dengan begini, kamu sudah punya gambaran makanan apa yang ingin kamu ambil.

2. Jangan mulai dengan nasi

Setelah screening, maka tahapan selanjutnya adalah mengambil makanan. Tapi jangan mengambil nasi. Ambillah makanan-makanan enak yang lainnya, yang kemungkinan tidak membuat perut langsung penuh.

Untuk memastikannya agar perut tidak penuh, jangan ambil makanan banyak-banyak. Seperempat saja dari takaran normal. Dengan begitu, kondisi perutmu masih memungkinkan untuk menyantap semua hidangan lain.

3. Coba semua yang kamu suka

Kunci dari prinsip yang saya sampaikan ini adalah usaha untuk mencoba semua menu makanan enak yang disediakan. 

Karena makanannya ada banyak, maka dibutuhkan manajemen pemasukan makanan ke dalam perut yang baik. Jumlah porsi dari tiap makanan harus  kamu atur sedemikian biar gairah makanmu terus terjaga.

4. Setelah itu, silahkan makan nasi

Kalau semua makanan sudah kamu ratani, silahkan makan nasi, biar kenyang.

Cara ini sudah saya praktekkan sejak lama, dan saya sangat menikmatinya.

Beberapa teman yang melihat saya makan di hotel pasti selalu bilang kalau makan saya banyak. Padahal tidak. Jumlah makanan yang saya makan bisa jadi sama atau justru lebih sedikit daripada apa yang dia makan.

Alasannya yaitu karena dia makan nasi di awal dengan porsi yang besar, sementara saya makan semua yang disediakan dengan porsi yang kecil-kecil.

Mulai dengan sereal

Gambar di atas adalah contoh ketika saya mempraktekkan cara ini. Setelah menyantap empat buah makanan-makanan kecil itu, saya baru menuntaskan dengan makan nasi.

Enakk~

By Fajrul

Amateur physicist and science writer

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *