Pindah Hosting Setahun Sekali

Sejak awal beli hosting untuk website, sepertinya saya selalu pindah hosting setahun sekali.

Bukan karena saya mau coba berbagai layanan hosting dari penyedia berbeda, tapi simply karena saya mencari diskon. Biasalah, para penyedia hosting banyak memberi diskon untuk pemakaian pertama kali di hosting mereka.

Termasuk yang terjadi setahun yang lalu ini:

Tahun lalu saya beli paket Cloud Hosting Premium di Niagahoster untuk Saintif.

Harga aslinya adalah Rp 600.000/bulan, tapi karena ada diskon jadi Rp 150.000/bulan. Ini harga yang sama dengan paket Cloud Hosting Basic.

Dan karena harganya sama, sementara saya bisa dapat layanan yang jauh lebih besar, saya ambil paket Cloud Hosting Premium itu untuk satu tahun.

Satu tahun kemudian, yaitu tepatnya di waktu-waktu ini (seminggu lagi sudah jatuh tempo), saya harus mikir. Kalau harus bayar harga non-diskon Rp 600.000/bulan ya pasti tekor dong.

Sehingga solusinya saya downgrade ke paket Cloud Hosting Basic seharga Rp 150.000/bulan itu. Dan karena gratis domain baru, saya beli nama domain saintifmedia.com.

Masalahnya, ternyata pihak Niagahoster tidak mau membantu untuk proses pemindahan data website saya karena saya downgrade layanan. Kalau pindahan dari penyedia hosting lain atau upgrade paket Niagahoster, mereka baru mau bantu.

Dengan kata lain, saya harus memindah website saya sendiri dari Cloud Hosting Premium ke Cloud Hosting Basic.

Berikut ini catatan teknis proses memindah website:

Metode Partial Backup/Restore

Ini adalah metode paling mudah untuk backup/restore website antar cPanel.

Akan tetapi cara ini tidak bisa saya gunakan secara penuh.

Walaupun cara ini sudah bisa digunakan untuk mem-backup database dan email, tapi data Home Directory-nya entah kenapa tidak bisa terdownload. Kalau download selalu stuck di nilai ratusan MB. Mungkin sih karena ukurannya yang saking besarnya.

Metode Backup Manual

Metode backup manual menggunakan FileZilla untuk memindahkan seluruh data website ke PC. Sebenarnya sih cara ini juga cukup sederhana, karena saya sudah lumayan sering pakai FileZilla.

Akan tetapi, lagi-lagi cara ini tidak berjalan semulus yang diharapkan.

Banyak file yang gagal ditransfer dan antrian filenya yang sampai puluhan ribu pun akhirnya stuck dan tidak bisa ditransfer.

Padahal waktu itu sudah saya tinggal semalaman komputer untuk menyelesaikan proses transfer file ini.

Kompress public_html

Akhirnya saya pakai cara ini. Ini cara sederhana sebenarnya, tapi problemnya saya belum tau apakah cara ini akan bisa mentrasfer keseluruhan website dengan baik.

Caranya adalah

  • Masuk ke File Manager di cPanel
  • Compress public_html
  • Download
  • Sudah

Dengan cara ini, konten websitenya sudah terdownload.

Lanjut ke restore website ke hosting.

Restore public_html

Cara untuk restore publich_html mudah saja. Tinggal masuk ke File Manager, lalu upload public_html.zip dan di-extract seperti file biasa di komputer.

Restore database

Nama dari database sebuah website bisa dilihat di wp-config.php.

Jadi dari sini saya cukup me-restore database yang benar saja.

Saat mem-backup database di MySQLdatabase, ternyata ada banyak database yang tersimpan. Setelah saya cek isinya, ternyata banyak di antaranya adalah database awal wordpress baru berupa post “Hello World” dan “Example Page”. Database seperti ini tidak usah direstore.

Prosedur untuk restore database adalah sebagai berikut: (more detail)

  1. Membuat database baru
    Masuk ke cPanel > MySQL database. Buat database baru dengan nama yang sama seperti database sebelumnya (rekomendasi).
  2. Membuat MySQL user baru
    Masih di lokasi yang sama, buat user baru dengan nama yang sama dengan database.
  3. Menghubungkan user dan database
    Hubungkan user dengan database yang sama
  4. Import database
    Masuk ke phpMyAdmin > pilih nama database > import > upload database > Go. Lakukan untuk semua database yang diperlukan.

Saatnya testing

Saya sudah restore file website dan database Saintif di saintifmedia.com. Lalu ketika saya buka saintifmedia.com, ternyata mengarah ke website Saintif.

Mungkin setelah ini perlu saya testing untuk mengarahkan domain Saintif ke hosting yang baru ini.

Tapi saya akan melakukannya di malam hari, karena khawatir kalau situs down siang-siang sementara pengunjung website sedang membludak.

Beberapa hari yang lalu, website Saintif dapat rekor baru jumlah kunjungan sebanyak 50,000+/hari. Wow!

By Fajrul

Amateur physicist and science writer

1 comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *