Merapikan hal-hal kecil

Biasanya saya hanya terfokus pada hal-hal besar, yaitu hal-hal yang secara langsung memiliki impact yang terlihat dengan jelas.

Adapun terkait dengan hal-hal kecil… saya cenderung untuk melewatkannya.

Akan tetapi, hal ini ternyata tidak selamanya baik.

Bukan hanya sekali dua kali saya menemukan hal-hal kecil yang saya lewatkan justru bertumpuk dan berbalik menyulitkan saya.

Contohnya yaitu tumpukan kertas.

Kertas-kertas hasil ngeprint, tugas kuliah, dan hal-hal lainnya, biasanya bertumpuk, bertebaran, dan membuat tempat saya kelihatan acak-acakan.

Untuk merapikannya, biasanya saya mengumpulkannya lalu meletakkannya di bagian dudukan kaki meja kerja saya di kamar.

Seperti ini.

Btw ini sehabis saya rapikan ya!

Hasilnya memang cukup rapi sih. Tapi posisi ini kadang juga membuat saya merasa ora elok.

Tumpukan kertas ini berisi teks-teks ilmu, dan saya menyandingkannya sejajar dengan kaki saya. Belum lagi kalau kaki saya iseng nginjek-nginjek kertas ini (dan itu sering). Kan ora elok.

Kalau sudah terlalu banyak tumpukan kertas di dudukan kaki meja ini, saya bertindak dengan cara membuangnya. Cukup ambil kertas-kertas yang tidak pernah saya buka selama beberapa waktu, lalu buang.

Prinsipnya adalah kertas yang telah tidak saya buka selama beberapa waktu berarti bahwa kertas itu tidak penting. Lalu, kalau kertas itu tidak penting, ya mending dibuang saja kan.

Selain kertas, ada juga yang lain. Sebut saja kabel charger, pulpen, sisir, pemotong kuku, koyo, minuman masuk angin, dan printilan-printilan kecil lainnya.

Dan semua printilan ini malah lebih mengganggu. Karena saya meletakkannya di atas meja kerja.

Begitulah… hal-hal kecil ini ternyata cukup menyulitkan hidup saya.

Karena itu, saya membutuhkan solusi.

Saya sih sudah tahu solusinya, hanya saja dari dulu belum kesampaian beli karena malas dan tidak tahu di mana saya harus membelinya.

Sampai akhirnya, lepas maghrib tadi saya bergegas menuju salah satu toko peralatan rumah tangga di Tembalang. Kemudian pulang membawa ini.

Itu dia solusinya: rak bertingkat dan boks kecil bertingkat. Sesederhana itu.

Semoga dengan hadirnya dua anggota baru di kamar saya ini, bisa menambah kerapian dan keteraturan dalam hidup saya ini.

Amin…


Oiya, ada lagi ternyata. Masih ada hal-hal kecil yang belum saya sebut di atas. Yaitu pakaian.

Kalau ini sih lebih ke sikap malas saya.

Malas ganti baju (karena belum bau) dan malas nyuci baju (karena masih ada baju lain). Kalau sudah selesai nyuci baju, malas menyetrika (karena tidak usah disetrika kadang tidak begitu lecek), malas melipat baju (karena ya malas), lalu malas memasukannya dalam lemari. Jadinya, pakaian-pakaian hasil cucian ini berserakan di lantai kamar saya.

Sebenarnya ada alasan penyebab kemalasan saya. Yaitu karena lemari saya sudah penuh.

Usut punya usut, ternyata ada banyak pakaian tidak terpakai yang memenuhi lemari saya.

Jadinya, saya mengeluarkan pakaian-pakaian tidak terpakai itu, dan memindahkannya di bagian atas lemari.

Alhamdulillah, lemari saya jadi sedikit longgar lagi dan saya kembali semangat melipat baju, untuk kemudian memasukkannya ke dalam lemari.

Demikian, semoga merapikan hal-hal kecil ini dapat membuat hidup saya jadi lebih teratur.

Author: Fajrul

Amateur physicist and science writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *