Mencoba Tempat Makan Baru

Bagi saya, mencoba makan di tempat makan baru itu sungguh sangat susah.

  • Saya biasanya bingung untuk melihat menu makanan dan memilihnya dalam waktu singkat.
  • Bingung mekanisme pemesanannya.
  • Bingung cara makannya, tempat duduknya, dan banyak lagi lainnya.

Itulah kenapa saya sangat jarang mencoba makanan-makanan baru. Saya hanya makan di tempat-tempat yang sudah pernah saya kunjungi, dan saya pun hanya makan di situ-situ saja.

Ketika saya hidup di Jogja sekarang ini, kebiasaan saya di atas sangat menyulitkan saya.

Apalagi ketika tempat makan yang sudah saya beranikan diri untuk coba harganya ternyata terlampau mahal dan kurang worth it (baik dari segi harga, porsi, dan kualitasnya).

Selama dua minggu di Jogja ini, saya (hanya) mencoba empat tempat makan:

  1. Burjo 1 (Kebetulan saya diajak teman saya untuk makan di sini)
  2. Burjo 2 (dekat dengan tempat pertama)
  3. Penyetan (saya beranikan untuk coba karena sudah terlampau bosan makan di burjo)
  4. Olive (saya sudah sering makan di Olive saat di Semarang, jadi saya berani)

Dari keempat tempat makan tersebut, harganya untuk sekali makan masih 12-ribuan rupiah ke atas (itu pun minumnya masih air putih). Kalau diterus-teruskan, bisa dipastikan kalau pengeluaran saya untuk bulan ini akan membengkak.

Karena itu, malam ini tadi saya beranikan diri untuk mencoba tempat makan baru. Tempat makan yang sangat dekat dengan kos saya. Karena ini adalah tempat makan kepunyaan ibu kos saya haha.

Dan saya sungguh tercengang.

Kenapa saya tidak dari dulu mencoba makan di sini?

Alhamdulillah makanannya enak, dapat banyak, dan yang terpenting harganya murah.

Ilustrasi makanannya (Google)

Tadi saya coba pesan nasi ayam.

Saya pesan nasi ayam karena saya tidak tahu harus pesan apa yang lain wkwk. Jadi saya ambil aman saja—sambil kemudian saat makan saya coba memperhatikan menu makanannya.

Nasi penyetan ayam (dengan ayam bakar yang besar, nasi yang banyak, dan lalapan) harganya hanya Rp 10.000,- saja.

Harga menu lain seperti penyetan tempe, tahu, telur, dan sebagainya, harganya hanya di kisaran Rp 5.000,- saja.

Wow.

Jadi, sudah sangat jelas bahwa keempat tempat makan yang sebelumnya (selama dua minggu) saya coba pasti kalah dengan tempat makan ini.

Dan sepertinya, ke depan di setiap kali waktu makan, saya akan makan di sini saja.

Author: Fajrul

Amateur physicist and science writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *