Kiriman dari Amerika

Siang itu, tiba-tiba saya mendapatkan panggilan telfon dari nomer tidak dikenal.

Biasanya saya tidak mengangkat telfon jenis ini, karena tidak jelas siapa yang menelpon. Harusnya kalau mau telfon ya chat dulu lah, pikir saya biasanya.

Tapi berhubung minggu-minggu ini saya cukup banyak berinteraksi dengan orang baru, saya pun memutuskan mengangkatnya. Siapa tahu penting.

📞 Halo, apakah ini benar dengan Pak Fajrul atau Mas Fajrul?
👨 Iya, saya Fajrul Pak
📞 Saya dari P#$%@ (tidak jelas), ini ada paket dari Amerika mas
👨 Ohh, iya pak (agak kaget). Saya diam sebentar, lalu bertanya lagi.
👨 Paketan apa itu ya pak?
📞 (tidak ada balasan)

Saya kemudian menerka-nerka tentang paketan yang hendak saya terima.

Di satu sisi saya senang karena dapat paketan dari Amerika (terasa keren aja gitu), tapi saya juga bingung itu paketan apa, dan lebih bingung lagi itu dari siapa.

Karena kebingungan inilah, kemudian muncul firasat agak buruk di benak saya.

Saya bergerak menuju depan laptop, untuk menuliskan “Penipuan paket dari Amerika” di Google.

Hal ini perlu saya lakukan, karena saya beberapa kali pernah mendengar kasus penipuan di mana korban menerima paket dari orang yang tidak dikenal. Dan ini dari Amerika? Siapa coba kenalan saya dari sana.

Tapi, belum sempat saya mengetikkan kata itu di Google, saya kemudian tersadar satu hal.

Oooo…. dari Google Adsense!

Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan notifikasi kalau Google mengirimkan surat berisi kode PIN untuk verifikasi Adsense situs Saintif.

Dan ternyata suratnya sudah hampir sampai, sudah di Semarang. Begitu pikir saya.

Kemudian saya senang bukan kepalang, karena memang surat dari Google ini adalah salah satu yang saya tunggu-tunggu.

Tapi kok bukan surat?

Tapi, ketika paketan itu datang, saya malah jadi bingung kembali.

Yang saya terima bukan surat, tapi boks kardus.

Berarti ini bukan dari Google, karena kalau dari Google harusnya berbentuk surat.

Lalu dari mana?

Sambil membawa boks kardus ini menuju dalam kamar, saya pun berpikir-pikir. 

Aku pernah ngapain ya di Amerika?

Sampai kemudian terlewat di pikiran saya kalau dulu saya pernah mengikuti kontes Giveaway di Amerika. Ya cuman ngisi-ngisi form aja.

Berarti saya menang giveaway?

Saya timbang-timbang boks-nya, dan yang terbayang oleh saya saat ini, isi boks ini adalah drone giveaway!

Tapi bukan juga

Ketika saya buka boks-nya, lagi-lagi saya keliru.

Bukan dari Google, bukan dari giveaway, bukan pula dari penipuan.

Ternyata ini kiriman dari Facebook!

Kiriman ini berisi notebook, pouch, dan semacam post-card dari Facebook.

Plus ada keterangan di dalamnya, kenapa saya dikirimi ini. Keterangan yang mengingatkan saya tentang apa yang dulu pernah saya lakukan (secara coba-coba).

Kiriman ini dikirimkan oleh Facebook karena saya mendaftarkan diri dalam program Facebook Community Leadership Program, sebuah program dari Facebook untuk community leader yang mengembangkan komunitasnya melalui Facebook.

Kalau saja terpilih, saya akan dapat kesempatan untuk terbang ke Amerika.

Tapi saya tidak terpilih, dan sebagai gantinya saya mendapatkan paketan ini.

Alhamdulillah…

By Fajrul

Amateur physicist and science writer

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *