Arem-arem di bandara

Saya terburu-buru dalam perjalanan saya ke bandara kali ini.

Karena itu, saya tidak sempat makan terlebih dahulu demi menghemat waktu. Semua akan kacau andai kata saya tidak bergegas dan sampai ketinggalan pesawat ke Jakarta.

Alhamdulillah saya sampai di bandara tepat waktu, masih ada beberapa waktu sampai boarding time.

Masalahnya, saya malah lapar setelah sampai di sini. Mana makanan di bandara itu mahal-mahal lagi.

Awalnya saya biarkan saja rasa lapar ini, ingin segera menuju pesawat dan melakukan perjalanan ke tempat acara di Tangerang. Nanti di sana dapat makan.

Tapi sayangnya, ternyata pesawatnya delay selama 1 jam.

Wah parah, bisa kelaperan ini.

Tapi kalau beli makanan di bandara juga bisa bikin dompet bolong…

Dan benar saja, makin lama saya makin tidak tahan. Sampai akhirnya saya memutuskan berkeliling melihat-lihat harga makanan, mencari jajanan yang sekiranya masih cukup terjangkau.

Dan akhirnya saya ketemu ini:

 

Isinya adalah….

 

Yep, isinya arem-arem isi ayam. Enak.

Berapa harganya?

 

Satu biji 13.000!

Sebenernya ya mahal buat saya, apalagi ukuran arem-aremnya terbilang kecil (sedengan).

Karena ukurannya itu pula, saya membeli dua buah arem-arem untuk mengganjal perut saya.

Kalau dibilang mahal, tentu saja jajanan ini mahal. Harganya Rp 24.000 dan itu hanya mengganjal perut sementara. 

Padahal kalau dibelikan nasi di luar bandara, itu bisa buat makan sampai perut kembung haha.

Author: Fajrul

Amateur physicist and science writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *