Antusiasme Avengers End Game dan Pelajaran yang Bisa Dipetik

Dulunya saya tidak pernah seantusias ini untuk menonton film. Bahkan sebenarnya saya cenderung jarang menonton film.

Pertama kali nonton film di bioskop saja baru dua tahun lalu, dan terhitung total tujuh kali nonton di bioskop.

  • Star Wars: The Last Jedi
  • Coco
  • First Man
  • How to Train Your Dragon
  • Aquaman
  • Captain Marvel
  • Avengers: End Game

Dan sejauh nonton film itu, saya berada dalam taraf antusiasme yang biasa-biasa saja.

Cuman sekedar nyari hiburan saja.

Bukan yang sampai overhype dan benar-benar masuk dalam film itu.

Tapi kali ini beda untuk film Avengers: End Game.

Persiapan khusus

Mulai dari menonton semua video trailer, menonton hampir semua serial film sebelumnya, mempelajari detail alur dan kisah dari berbagai sumber, sampai ikut-ikutan menahan diri dari segala jenis spoiler sebelum menonton film.

Bahkan secara khusus, beberapa hari sebelum jadwal menonton film ini, saya menyempatkan untuk belajar beberapa poin fisika kuantum–mengingat fisika kuantum ini akan menjadi poin penting dalam film End Game.

Harapannya, dengan belajar fisika kuantum ini, saya dapat memahami film dengan lebih mantap.

Hal-hal ini nyatanya sangat jarang saya lakukan. Bahkan dalam beberapa film, saya malahan secara sengaja mencari spoiler agar paham alur film terlebih dahulu.

Pesan tiket jauh-jauh hari

Selama nonton film-film sebelumnya, saya pesan tiketnya paling pesan hari ini untuk nonton nanti malam atau besoknya.

Tapi ini beda untuk End Game, karena kursi bioskopnya sudah penuh semua dalam waktu seminggu ke depan. Duh. Sementara pemesanan tiket minggu depannya lagi masih belum dibuka.

Karena hal ini, saya harus memesan tiket nonton untuk jadwal satu minggu di depan.

Padahal, kalau nonton film lain mah, ya sekedar pesan dan nonton aja.

Atau ngga kalau memang filmnya ramai, nontonnya setelah filmnya agak sepi.

Tapi sayangnya itu tidak bisa saya lakukan. Jiwa di dalam diri saya menjerit untuk segera nonton film End Game. Penasaran.

Pantang Menyerah

Ini mulai masuk ke dalam pembahasan isi film ya.

Saya selalu skeptis terhadap film-film bertema superhero.

Skeptisisme ini didasari bahwa film superhero ini seringnya hanya menyediakan tayangan keren lewat perkelahian, tapi minim amanat film yang disisipkan.

Untungnya, Avengers End Game cukup apik menyajikan amanat secara tersirat dalam film ini.

Pesannya adalah pantang menyerah.

Setelah kekalahan para pahlawan super dalam peperangan melawan Thanos, banyak pahlawan super ini menyerah.

Sudah tidak ada jalan lagi untuk mengembalikan keadaan.

Sampai datanglah Scott Lang yang membuka peluang kesempatan kecil untuk mengembalikan kesempatan.

Walaupun sempat mendapatkan penolakan, Scott Lang bersama Avengers yang tersisa kukuh mencoba solusi yang ia pikirkan tersebut–walau kemudian gagal.

Tony Stark–yang mulanya sudah menyerah–akhirnya tergerak akan usaha para Avengers, dan datang kembali untuk mengembangkan solusi yang nyaris mustahil tersebut.

Time travel.

Hanya ada satu kesempatan pergi dan pulang ke masa lalu untuk mengembalikan dunia seperti sedia kala.

Jika mereka gagal dalam kesempatan ini, gagal lah semuanya. Ditambah lagi dengan potensi bahwa mereka ini akan terjebak di masa lalu.

Dengan semangat yang pantang menyerah, Avengers akhirnya memberanikan diri untuk mengambil resiko itu.

Walaupun jalannya sulit, akhirnya mereka pun memenangkan pertarungan.

Akhir kata, film ini menjadi pamungkas yang sangat apik.

By Fajrul

Amateur physicist and science writer

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *